Perdana di BEI, Harga Saham Solusi Kemasan (PACK) Merosot 9,88 Persen

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

PT Solusi Kemasan Digital Tbk (PACK) hari ini (8/2/2023) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

 MNC Media)

Perdana di BEI, Harga Saham Solusi Kemasan (PACK) Merosot 9,88 Persen (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - PT Solusi Kemasan Digital Tbk (PACK) hari ini (8/2/2023) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Pada perdagangan perdananya, nilai sama PACK dibuka turun 1,23 persen di level Rp160. Hingga pukul 09.20 WIB, nilai saham PACK berada di level Rp146 alias turun 9,88 persen. 

Sebelumnya perseroan menetapkan nilai penawaran umum alias initial public offering (IPO) sebesar Rp162 per saham. Volume saham nan diperdagangkan tercatat sebanyak 7,32 juta dengan nilai transaksi mencapai Rp1,07 miliar dan gelombang sebanyak 259 kali.

"Menjadi emiten adalah pencapaian besar bagi kami. Ini adalah awal untuk membikin semakin banyak produk UMKM menjadi besar," kata Direktur Utama PACK, Denny Winoto dalam Seremoni Pencatatan Saham Perdana PACK di Gedung Bursa Efek Indonesia, Rabu (8/2/2023).

Perusahaan nan bergerak di bagian percetakan bungkusan digital ini menawarkan sebanyak 308 juta saham alias 20,03 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. 

Bersamaan dengan IPO, perseroan juga bakal menerbitkan sebanyak 61,60 juta Waran Seri I nan menyertai saham baru perseroan alias sebanyak-banyaknya 5,01 persen dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran penawaran umum. 

Perihal penggunaan dana, sekitar 21 persen biaya hasil IPO bakal digunakan untuk shopping modal alias capital expenditure (capex) guna pengembangan sistem info dan teknologi FlexyPack System 2.0 dengan jangka waktu 4 tahun, serta bakal mulai dikerjakan oleh tim software developer internal setelah biaya hasil IPO diterima.

Sisanya sekitar 79 persen bakal digunakan oleh perseroan untuk modal kerja, dengan rincian sebesar 19 persen bakal digunakan untuk biaya pemasaran dan promosi. Serta, 60 persen lainnya bakal digunakan untuk keperluan modal kerja seperti bahan baku produksi. (RRD)

Selengkapnya
Sumber